Asian Games XVI
Sepak Takraw Putri Raih Perunggu
Jumat, 19 November 2010 | 20:25 WIB

AFP
Ilustrasi sepak takraw.GUANGZHOU, KOMPAS.com — Regu sepak takraw putri Indonesia harus puas dengan medali perunggu setelah gagal menembus babak final di ajang Asian Games XVI 2010 Guangzhou, Jumat (19/11/2010).
Tim sepak takraw beregu putri Indonesia terhenti pada babak semifinal setelah dikalahkan tuan rumah China, 1-2, di Haizhu Sport Center Guangzhou. China memastikan diri ke final melawan tim unggulan Thailand yang pada babak semifinal mengalahkan Vietnam 2-1.
"Kami sudah berupaya maksimal untuk menembus final. Namun, China lebih beruntung. Kami gagal mengatasi pertandingan saat-saat kritis, padahal sempat memimpin pada babak pertama," kata Lena, salah seorang atlet sepak takraw Indonesia.
Lena yang turun bersama Jumsiah dan Asmira pada game kedua harus mengakui keunggulan tim China II yang diperkuat Lio Xiao Pang, Lio Tian Xue, dan Wong Yaohua. Tim Indonesia II kalah 0-2 (21-19, 21-14).
Padahal, tim putri Indonesia sebelumnya berpeluang menembus final setelah regu Indonesia I menang 3-1 atas China I melalui pertandingan rubber set 21-17, 19-21, 15-30. Tim putri Indonesia I menurunkan Hasmawati, Mega Citra, dan Rikeu Media.
Kegagalan tim Indonesia menembus final sekaligus mengamankan, minimal, medali perunggu setelah regu Indonesia III yang terdiri dari Leni, Dini Mitasari, dan Yanti kalah dari China III, Song Cheung, Zhang Yau Wan, dan Zhao Teng Feng, dengan 15-21, 12-21.
"Meski gagal menembus final, kami tetap puas karena bisa meraih medali perunggu. Padahal kami tidak ditarget medali seperti tim putra. Kami sudah melakukan yang terbaik, tetapi belum bisa melewati China," kata Lena.
Tim China bukan tim baru yang dihadapi oleh Indonesia. Bahkan, pada Kings Cup di Thailand, regu Indonesia berhasil mengalahkan China. Namun, di Asian Games, keadaan menjadi berbalik.
"Pada Kings Cup 2010 di Thailand, kami menang. Namun, mereka lebih beruntung (di Asian Games), bertanding di rumah sendiri dan banyak suporter menguntungkan mereka," kata Lena.
Tim sepak takraw beregu putri Indonesia terhenti pada babak semifinal setelah dikalahkan tuan rumah China, 1-2, di Haizhu Sport Center Guangzhou. China memastikan diri ke final melawan tim unggulan Thailand yang pada babak semifinal mengalahkan Vietnam 2-1.
"Kami sudah berupaya maksimal untuk menembus final. Namun, China lebih beruntung. Kami gagal mengatasi pertandingan saat-saat kritis, padahal sempat memimpin pada babak pertama," kata Lena, salah seorang atlet sepak takraw Indonesia.
Lena yang turun bersama Jumsiah dan Asmira pada game kedua harus mengakui keunggulan tim China II yang diperkuat Lio Xiao Pang, Lio Tian Xue, dan Wong Yaohua. Tim Indonesia II kalah 0-2 (21-19, 21-14).
Padahal, tim putri Indonesia sebelumnya berpeluang menembus final setelah regu Indonesia I menang 3-1 atas China I melalui pertandingan rubber set 21-17, 19-21, 15-30. Tim putri Indonesia I menurunkan Hasmawati, Mega Citra, dan Rikeu Media.
Kegagalan tim Indonesia menembus final sekaligus mengamankan, minimal, medali perunggu setelah regu Indonesia III yang terdiri dari Leni, Dini Mitasari, dan Yanti kalah dari China III, Song Cheung, Zhang Yau Wan, dan Zhao Teng Feng, dengan 15-21, 12-21.
"Meski gagal menembus final, kami tetap puas karena bisa meraih medali perunggu. Padahal kami tidak ditarget medali seperti tim putra. Kami sudah melakukan yang terbaik, tetapi belum bisa melewati China," kata Lena.
Tim China bukan tim baru yang dihadapi oleh Indonesia. Bahkan, pada Kings Cup di Thailand, regu Indonesia berhasil mengalahkan China. Namun, di Asian Games, keadaan menjadi berbalik.
"Pada Kings Cup 2010 di Thailand, kami menang. Namun, mereka lebih beruntung (di Asian Games), bertanding di rumah sendiri dan banyak suporter menguntungkan mereka," kata Lena.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar