Tangis dan Penyesalan LCW
Selasa, 23 November 2010 | 12:14 WIB

AFP/KAMARUL AKHIR
Lee Chong Wei gagal buat sejarah
GUANGZHOU, Kompas.com - Pebulu tangkis Malaysia, Lee Chong Wei meninggalkan Guangzhou dengan perasaan campur aduk setelah gagal mempersembahkan medali emas di Asian Games XVI.
Chong Wei yang merupakan pebulu tangkis perigkat satu dunia dikalahkan pemain China, Lin Dan dalam pertandingan rubber game 13-21 21-15 10-21, Minggu (21/11).
Namun sehari setelah kekalahannya, Chong Wei mengaku bisa menerima kekalahnnya. "Saya memang sangat menginginkan gelar tersebut. Namun Lin Dan bermain lebih baik," kata Chong Wei.Usai pertandingan, Lee Chong Wei dikabarkan begitu menyesal hingga menangis dan tidak menghadiri konferensi pers usai pertandingan. Ia disebut sangat kecewa karena gagal mengulangi prestasi Punch Gunalan yang merebut medali emas di Asian Games VI di Bangkok 1970. Ya, 40 tahun lalu.
Chong Wei mengaku ia mampu mengimbangi lawannya asal China tersebut, namun kalah dalam hal mental. "Ia lebih baik dalam hal mengatasi tekanan psikologis. Beberapakali ia merusak konsentrasi saya saat saya melakukan servis. Saya tidak suka, namun saya harap akan segera mampu mengatasinya," ungkap Chong Wei.
Guangzhou memang menorehkan kesedihan pada Chong Wei. Di perempatfinal nomor beregu, ia kalah dari pemain Thailand Boonsak Ponsana dan Malaysia disingkirkan Thailand. Ini kekalahan pertama Malaysia dari Thailand dalam 30 tahun.
TheStar Chong Wei yang merupakan pebulu tangkis perigkat satu dunia dikalahkan pemain China, Lin Dan dalam pertandingan rubber game 13-21 21-15 10-21, Minggu (21/11).
Namun sehari setelah kekalahannya, Chong Wei mengaku bisa menerima kekalahnnya. "Saya memang sangat menginginkan gelar tersebut. Namun Lin Dan bermain lebih baik," kata Chong Wei.Usai pertandingan, Lee Chong Wei dikabarkan begitu menyesal hingga menangis dan tidak menghadiri konferensi pers usai pertandingan. Ia disebut sangat kecewa karena gagal mengulangi prestasi Punch Gunalan yang merebut medali emas di Asian Games VI di Bangkok 1970. Ya, 40 tahun lalu.
Chong Wei mengaku ia mampu mengimbangi lawannya asal China tersebut, namun kalah dalam hal mental. "Ia lebih baik dalam hal mengatasi tekanan psikologis. Beberapakali ia merusak konsentrasi saya saat saya melakukan servis. Saya tidak suka, namun saya harap akan segera mampu mengatasinya," ungkap Chong Wei.
Guangzhou memang menorehkan kesedihan pada Chong Wei. Di perempatfinal nomor beregu, ia kalah dari pemain Thailand Boonsak Ponsana dan Malaysia disingkirkan Thailand. Ini kekalahan pertama Malaysia dari Thailand dalam 30 tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar